- 8th January
2012 - 08
- 8th January
2012 - 08
- 8th January
2012 - 08
- 8th January
2012 - 08
Ada rentetan huruf yang belum ku-eja. Tersimpan dalam buku waktu. Kutelusuri satu per satu halamannya. Hingga kutemukan namamu.
Buku waktu..
Aku tau bab awal, tapi aku tak tahu kapan bab terakhir. Yang kutahu aku harus terus membuka satu per satu. Pada suatu halaman, aku beri pembatas…
- 8th January
2012 - 08
dari tempatku menulis puisi,
ada kenangan yang masih melintas sekelebat bayang,
seperti dekat namun ingin pergidari tempatku menulis puisi,
ada jarum jam yang seolah menertawakan
lalu menegurku sambil menanyakan,
‘dimana ‘cinta selamanya’ yang dia janjikan?’dari tempatku menulis puisi,
…
- 8th January
2012 - 08
Mereka Bernama ‘Tegar’
airmata ini bernama Tegar,
ia menerima kekalahan,
atas ego dan kesalahan perasaanlangkah kaki ini bernama Tegar,
ia berjalan jauh untuk sebuah ketiadaan,
untuk sakit menuju pengakhirandegup jantung ini juga bernama Tegar,
ia tetap hidup,
walau sebagian jiwanya merasa mati sebagiankarena pada akhirnya,
aku sungguh hanya ingin tegar,
atas selamat tinggal yang sudah kita ikrarkan.Tangerang, 20 Desember 2011
- Tia Setiawati Priatna
- 8th January
2012 - 08
- 8th January
2012 - 08
Surgalah itu, Ibu
tempat pertama kali aku hidup,
dari rahim seorang wanita sepertimuSurgalah itu, Ibu
barisan kata-kata yang tak pernah lelah kau ucapkan,
berikut air mata sebagai lekatnya permintaan,
aku tahu kau mendoakan anak-anakmu pada Tuhan
Surgalah itu, Ibu
semua pengorbananmu atas…
- 8th January
2012 - 08
- 8th January
2012 - 08








